Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
Dari Hati
Bhakti Sosial Di Panti St. Asuhan Vincentius

Dengan senyum yang ceria sekitar 40-an teman dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PPB)    [ ... ]


Menikmati Keceriaan Bersama Anand Krishna Di Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB)

Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) secara rutin setiap 2 minggu sekali menyelenggarakan acara ope [ ... ]


Ancient Indonesian History and Culture Bukan Hanya Belajar Sejarah Melainkan Memahami Juga Makna Filosofi Yang Terkandung

Ancient Indonesian History and Culture adalah sebuah program pembelajaran jarak jauh lewat internet  [ ... ]


Belajar Transpersonal Dari Developer Joomla

Joomla adalah salah satu software opensource berbasis CMS yang popular dan banyak digunakan oleh web [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday72
mod_vvisit_counterYesterday134
mod_vvisit_counterThis week72
mod_vvisit_counterLast week1314
mod_vvisit_counterThis month4416
mod_vvisit_counterLast month6834
mod_vvisit_counterAll113779

Online (20 minutes ago): 4
Your IP: 38.107.179.214
,
Now is: 2012-05-20 11:08
Who's Online
We have 4 guests online
Sudut Hati Artikel Secoret Pemikiran Dari Talk Show Buku A New Christ
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

A New Christ adalah merupakan Terjemahan Bebas, Re-editing dan Catatan bapak Anand Krishna  terhadap buku A New Christ Dan  Jesus, The Man and His Works karya Wallance D Wattles yang juga menulis The Science of Getting Rich. Buku A New Christ ini berisikan 237 halaman dan di terbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Pada tanggal 07 Nopember 2010 diselenggarakan Talk Show membahas buku ini di TB Gramedia Matraman dengan pembicara Mindawati Perangin-angin, PhD, Direktur Eksekutif Research Center for Religion and Education,  yang juga menulis kata pengantar dalam buku ini. Beliau di temani oleh tokoh muda Muhammadiyah, Abdul Rohim Ghazali. Tallk Show ini berlangsung menarik dan juga dipenuhi oleh pengunjung,  berikut secoret pemikiran  dari jalannya Talk Show yang memberikan Inspirasi buat  saya.

 

 

 

Visi Dan Misi Yesus Mewujudkan Surga dalam kontek kekinian

Saya teringat ke tiga buku buah karya bapak Anand Krishna Shambala Fajar Pencerahan di Lembah Kesadaran, Shangrila Mencecap Surga di Bumi, Shalala Merayakan Hidup, yang juga diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka utama, secara spesifik trilogy itu menyampaikan sebuah gagasan untuk mewujudkan Surga di bumi ini, surga dalam kontek ke kinian, sejalan dengan visi Yesus yang oleh Ibu Mindawati Perangin-angin, PhD di berikan pada urutan pertama dalam refleksinya terhadap buku A New Christ ini :

 

“Keselamatan yang dimaksudkan oleh Yesus adalah memberikan arahan cara hidup yang benar sehingga terlepas dari dosa, penyakit dan kemiskinan (bab tiga) Fokus ke “present” konteks, kini dan sini, bukan sesuatu yang nanti (eskatologis/di rumah Bapa) Sehingga “mimpi” Yesus (Visi dan misiNya) adalah jadilah kehendakMu, di bumi seperti di surga), di mana Allah dan ajaraNya dan perbuataNya.”

 

Dan menurut saya Visi Dan Misi Yesus dan juga para Nabi lainnya masih merupakan “mimpi” yang masih belum terwujud dan harus diwujudkan oleh kita dengan cara memperbaiki cara pandang kita mengenai Surga, bahwasannya jikalau kita tidak mendapatkan surga di sini, maka di sana kita juga tidak akan mendapatkannya. Dengan mewujudkan “mimpi”  Yesus ini maka kita juga telah menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk di tinggali, dan itulah yang dimaksukan dengan menghadirkan surga di dunia ini.

 

Dan Semua Itu Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

Bagaimana mewujudkan “mimpi” Yesus itu adalah dengan memulainya dari diri kita sendiri. Kita tidak bisa menunggu lembaga Agama untuk memulainya terlebih dahulu, kita tidak juga bisa menunggu para pemuka agama untuk memulainya terlebih dahulu, kita harus memulainya dari diri kita sendiri, dengan cara memberikan pendidikan yang berorentasi pada kebudayaan sendiri, kebudayaan Indonesia. Pendidikan adalah faktor penting dalam merubah cara pandang kita, saat ini pendidikan kita sudah tidak berkiblat kepada budaya kita sendiri, sehingga kita melupakan akar budaya kita sendiri, kita mengcopy budaya-budaya negera asing dan menerapakannya di Indonesia. Dengan memberikan pendidikan yang berorentasi pada kebudayaan negeri sendiri, maka akan lahir Teology-teology keagamaan yang bercirikhas Indonesia. Selain itu kita juga harus mulai menggunakan produk hasil buatan negeri kita sendiri, harus mulai melakukan penggalian terhadap budaya bangsa sendiri sehingga keIndonesiaan kita dapat terangkat, seperti apa yang sudah kita sepakati bersama di dalam Sumpah Pemuda.

 

Semangat Pemuda Adalah Semangat Perubahan

 

Bung Karno pernah berkata “Jika aku lihat orang tua yang terbayang adalah kuburan, jika kulihat anak muda maka yang terbayang adalah masa depan”. Semangat para muda adalah semangat perubahan, oleh karenaya para muda harus diberikan pendidikan yang tepat, pendidikan yang berorentasi pada kebudayaan negerinya, sehingga dapat membangun negeri sesuai dengan cita-cita para pendahulunya dengan tidak terjebak pada kotak-kotak agama, kita telah memiliki ideology Pancasila yang menunggu untuk di interpretasikan kedalam kehidupan bernegara.

 

Sebuah Talk Show yang menyemangati kita semua untuk kembali membangun negeri ini dengan semangat Indonesia Jaya !.

 

Terimakasih atas hari minggu yang indah ini.

 

= = =

Di Publikasikan di :



 


Baca Juga :


Secured by Siteground Web Hosting